Sabtu, 03 Juni 2017


Marlin

Sayup-sayup burung camar terbang di atas kami. Ingin rasanya bertanya apakah kau mendapat ikan hari ini? atau apakah masih ada ikan yang kau lihat sedang berkumpul di suatu tempat?
Aku ingin melaut hari ini. Di depanku langkah lelaki tua dengan baju beraroma persis silir laut, topi coklat kebanggaanya, Mungkin itu juga hijau hanya karena sering terpapar matahari di lautan. Entah bagaimana nasib rambut dan kulit kepalanya jika tak tergantikan dengan pudarnya topi itu. karna rambutnya masih hitam di sana. hanya jumlahnya yang kian sedikit, kulitnya yang seperti sisik dibagian lengannya, mungkin kanker kulit ringan.
"Ayah aku ingin menangkap ikan marlin hari ini, akankah itu Ayah?". "kuat dirimu nak, bulatkan tekatmu, percaya apa yang kau yakini itu benar, kau harus penuhi dirimu dengan karakter dan instingmu, jangan tergesah-gesah, kamu harus sabar, carilah petunjuk, jangan biarkan luasnya laut membuatmu serakah, kita hanya membawa perahu kecil bukan?, teruslah berhati-hati. akankah kamu nak?,  "Tentu Ayah.. "kenapa harus Marlin Anakku?" . "Sebab itu ikan yang indah ayah,"

Minggu, 19 Maret 2017

Di jaman skarang ini ada banyak kata-kata atau istilah yang baru radar dengar dan tahu. sebenarnya kata-kata ini sudah cukup lama digunakan cuma akhir-akhir ini mulai terasa efeknya nyampe di perasaan radar. radar  rasa kata-kata ini ini cukup dipaksakan penggunaannya oleh beberapa oknum dan situasinya tidak tepat. Oke sekarang saya coba sebutkan satu-satu.
1. Baper (Bawa Perasaan)
Kata paling memuakkan jika teman-teman mencap radar dengan kata ini. maksudnya, kita memang gak harus berperasaan gitu? misalnya contoh kasusnya sebagai berikut.
Si X        : Woooy bantuin cat spanduk dong (sambil ngecat)
radar      : Oke bro, (memegang kuas dan mengambil tempat untuk ngecat)
"selang beberapa waktu kemudian"
Si X        : (numpahin cat di celana radar)
radar      : Astagfirullah, ini baru gua cuci, mana celana jins lagi.
Si X        : Janganki Baper bro, bukanji cat permanen itu nah
radar      : (diam-diam gambar jari tengah di spanduk)

2. Bureng (Buru Ranking)
Sungguh kata ini sering dipaksakan penggunaannya. kata ini dapat menghilangkan mental seorang pekerja keras atau apalah itu, walaupun sebenarnya dia tidak berambisi amat. contoh kasus berikut.
Si X  : Lagi ngapain?
radar : Lagi kerja tugas nih
Si X    : Rajin Amat, Dasar anak Bureng lu,
radar : (menatap tembok, menutup laptop, dan menaruhnya kembali ke tas)
Si X         : Janganki Baper ( kemudian pergi sambil tertawa)
radar : Padahal buru-buru kerja karna jangan sampe tidak ada waktuku kerjakan lagi ini tugas (sambil guling-guling di lante)

3. Sotta ( Sok Tahu)
Kata ini paling menyakitkan jika terdengar dari orang yang menjudge tanpa alasan atau dengan perlawanan opini yang masuk akal. misalnya di beberapa situasi berikut.
radar    : (sambil nyetir membonceng Si X)
Si X       : temanin gua dulu narik uang dong, di ATM BRY
radar    : boleh
Si X       : Kita nariknya di ATM depan saja nah, itu tu yang ATM BRY baru
radar    : Uangnya belum ada, belum di isiin ama pegawainya.
Si X       : Tau dari mana lo?
radar     : Itu mesinya baru dipasang hari kamis siang, dan gua coba narik jumat sore tapi uangnya gak ada. Cuma bisa cek saldo doang, dan  Sabtu minggu uangnya belum diisi, karna pegawainya libur kan, dan sekarang ini senin pagi.
Si X        : Yah analisis lagi. Sotta lu. Ayok ke sana dulu, dari pada ke ATM yang di sana, dekatan yang itu kan, lebih baik cobain dulu.
radar    : (menarik nafas, dan memutar motor ke ATM yang dimaksud Si X)
"Si X masuk, radar nungguin di luar sambil duduk di atas motor"
Si X        : (keluar dari ATM  sambil nyengir) Uangnya gak ada, hehehe
radar    : dan 10 menit waktu gua nda bisa ku dapat kembali ( setengah berbisik)
Si X        : Wo oke, skarang kita ke ATM di sana saja. (mengambil posisi di atas sadel motor)
radar    : (nyekek Si X sampe pingsan)
Jika anda sedang membaca tulisan ini, maka pertama-tama saya akan mengajuka pertanyaan. "Seperti apakah karaktermu?" tidak usah terburu dijawab karna kebanyakan orang juga bingung mau jawab apa. 
pernahkah kalian membayangkan untuk sejenak keluar dari jasmani ini dan melihat diri kita sendiri dari sudut orang lain memandang. Tidak usah jauh-jauh, pakai dari sudut temanmu mungkin. Ingatlah kata-kata yang pernah kita ucapkan kedia, mulai dari nadanya, logatnya, ingat juga bagaimana cara kita menatapnya, dan cara kita berperilaku padanya. Tanyakan pada diri anda, apakah karakter kita bisa disebut sebagai orang-orang slalu diinginkan keberadaannya.

Jumat, 17 Maret 2017

Manusia itu cenderung membentuk kelompoknya. Saling berkumpul dan saling membagi informasi. Katanya sih dalam hal ini, manusia dibagi menjadi dua tipe. ada yang energinya bisa didapatkan dari orang lain saat berkumpul dan ada pula energinya baru bisa bertambah jika lepas sudah dengan orang lain. Maksudnya ia sedang sendiri. Atau mungkin saja mereka dapat berubah-ubah di antara kedua tipe itu.
Kalo menurutku sih tipe yang pertama itu lebih sehat dari sudut pandang emosi, tapi untuk tipe yang kedua bisa jadi dia akan lebih memahami dirinya dan akan sangat keren jika ia mau meningkatkan jiwa spiritualnya. Soalnya untuk tipe yang kedua akan jarang terintervensi tentang jalan atau cara ia berpikir untuk mencari kebenaran. Meskipun cara ini lambat, tapi setidaknya kebenaran yang mereka dapatkan lebih filosofis. 
Untuk tipe yang pertama, saya yakin adalah orang-orang yang menjalani harinya dengan bahagia, sebab akan sangat mudah tertawa, meskipun tertawa sendiri itu sudah wajar dijaman sekarang, berkat smartphone tentunya. Mereka lebih responsif tentang masalah apa yang ada di antara sahabat karibnya. Hanya saja hal ini lebih rentan berprasangka dan membentuk pengkotak-kotakan. Satu anggota kelompok membenci, maka bisa jadi sekumpulannya juga demikian. Sebenarnya ini tergantung pada personalnya masing-masing lah.
Akan cerdas jika kita memang berkegiatan selagi masih muda untuk mengupgrade skill masing-masing. Dengan cara apa atau sama siapa yang penting Happy. Senang di sini bukan berarti orang yang selalu tersenyum di setiap langkahnya ya! hehehe. Senangnya seseorang bisa dilihat dari auranya kok, dirasakan maksudnya. So, "Cerdaslah" bukan "jadilah cerdas". Jangan sisipkan kata-kata berbau penundaan di setiap niat baikmu.

Rabu, 15 Maret 2017


Sekumpulan putih terus menggulung di antara hamparan biru yang luas, tampak gelisah menyusuri tiap jengkal ruangnya. kadang ia menghilang di tengah dan kemudian muncul lagi jika terkena hantaman. Ia Berlari seakan membawa pesan kesunyian atau malah badai yang tengah terjadi di tengah samudra. Pesan yang selalu menggetarkan hatiku dikala radar terbangun  di tengah malam.
Menyerbu ia membasuh kakiku, kadang ia menggelitik lucu. atau malah murka manampar pasir. dalam desahan lembutnya ia berbisik pelan menjengkali calah telingaku. dalam diamku ia mulai berkata:" Awal dari sebuah pemikiran ialah kelahiran. keberadaan kita menimbulkan aksi yang abstrak. Kujujuran dan keikhlasan menjadi batas rasa jatuh karena saking bebasnya abstrak itu. Kita semua tahu akan keberadaan kita sendiri hanya seumpama meteorid di luar angkasa. Menunggu dorongan atau ledakan untuk membuat kita berubah, Namun dari itu semua keajaiban seringkali muncul dan menyentuh kita, hanya saja kita seakan mati rasa. Mati bukan hanya sekedar mati yang meninggalkan bekasnya, tapi mati yang dapat memberikan hidup baru pada diri orang lain.
Pernahkah radar berpikir kesenangan fana ini seakan-akan mangambil ahli atas kehendakmu sendiri, sehingga mengacuhkan beberapa hal yang kau sebut itu kebenaran. Membuat dirimu tertidur lelap dangan menyisipkan rasa kesedihan telah meninggalkan kesempatan? Ketuk, ketuk, Ketuk sekali lagi. Dirimu yang di sana masih bisa melihatmu dengan kosong. hanya butuh sepercik api untuk menyalakan lagi semangatnya yang gelap. Akalnya pudar, jiwanya kosong, serta keyakinannya yang rapuh.
Coba pertanyakan lagi, apa yang membuatmu yakin kalau dirimu di atas yang benar? apa karna kamu takut? apa karna kau kosong? apa karna kamu melihat orang-orang juga demikian?. Di dalam laut ada air. kamu bisa basah di dalamnya. Airnya memelukmu begitu erat. hingga ia penuh di hadapanmu, apakah kau mau saja hanyut di dalamnya?"


Oleh: radaryan
15 Maret 2017



Selasa, 14 Maret 2017

Tak banyak yang harus dikatakan dikalau kegembiraan menyapa. aku selalu bingung pada tiap orang yang selalu ingin dimengerti orang lain, entah memang ini sebuah tuntutan psikologi atau memang jiwa radar telah menyimpang. sekarang coba jawab siapa pemilik hati ini yang sering berbolak-balik. memang hanya Dia-lah pemiliknya. dan sekarang engkau membokarnya dan bahkan bersikap sok tahu tentang masalahmu sendiri.
Terlalu banyak, terlalu banyak orang yang akan tahu dirimu itu seperti apa. bukankah manusia punya ruang utuk dirinya sendiri. jika memang benar dimikian maka jelas engkau hanya bisa menjadi mulut dan telinga, bukan hati dan otak dengan uniknya ia bertindak. apakah memang rasa senang dan sedih itu bisa dibagi, jika memang demikian apakah itu berkurang atau malah justru sebaliknya. kalau memang benar apalah artinya senyuman atau iba dari ratusan orang buatmu, jika memang beban itu hanya sebongkah batu  kecil ditanganmu yang hanya perlu dorongan kuat dari dirimu saja untuk mengatasinya. apakah engkau kenal dirimu itu siapa. baik jika demikian akan ku tanyakan padamu "engkau siapa?". engkau bukan hanya nama, engkau bukan hanya seonggok daging dan tulang.
lalu siapakah kamu? jangan sok tahu tentang dirimu yang luar biasa itu.