Sabtu, 24 November 2018

Radar, tidakkah engkau tahu rasa gelisa hati ini, pikiranku terlalu rumit dan kompleks tapi aku hanya bisa mengungkapkannya dengan sederhana, bahkan tidak bisa dikatakan aku telah menuliskannya. Pada setiap titik tinta di ujung pena ini hanya ada torehan kata-kata tak berjiwa. Bahkan berenggan makna. Aku sedang memikirkan caramu menyusun kata-kata di kepalamu waktu itu, kau duduk dengan sweater abu-abu dan kupluk merah maron di kepala, apakah itu telah kau pikirkan di waktu sebelum kita bersama sambil menggenggam coklat panas dikala hujan dini hari. Di kaki puncak Gunung Rinjani kau mengungkapkannya padaku saat kita membicarakan hal ringan. Bukankah waktu itu kau sedang membahas bunga Edellweis yang wanginya melambangkan cinta, ketulusan, dan keabadian. Ia tinggal di kesejukan yang tinggi dan berdiam cantik di goyang-goyangkan angin lembah. Kutahu kau tersenyum puas saat berada di pos terakhir Plawangan Sembalun walaupun kau menutup bibirmu dengan kedua tanganmu. Aku sedang dilanda perasaan eros yang luar biasa.

14 Juni 2017

Gadis itu berlari lagi setelah berbalik kebelakang. Ia memang suka berlari. Rasanya seperti membangkitkan semangat katanya.
“Ran!!!”, sahut lelaki di belakangnya. Ben salalu heran dengan sikap yang selalu terlihat dari Ran. Ia unik, bgitu katanya.
“Kenapa Ben?”, dengan mata yang menyala bening dan alisnya yang sedikit dinaikan. “Tunggu aku”, jawab Ben.
“Kau terlalu lambat ben.”
Bagaimana kalau kubilang kau yang terlalu cepat, lagian kamu sedang buru-buru?
‘Nda juga’ hanya saja aku senang melakukanya.
“Ya memang seperti itulah kau” sahut Ben dalam hati.
“Mungkin aku tidak akan mampu mengejarmu untuk sekarang ataupun nanti. Satu-satunya yang kutakutkan adalah bahwa aku lupa kalau aku sedang mengejarmu hingga aku cemas di tengah jalan mencari tujuanku. Aaah!! Ran sudah tak terlihat di depanku.”
“Akankah dia akan menungguku di depan sana?, atau ia tidak tahu kalau aku mengejarnya?. Kenapa aku tidak teriak saja?, masa iya aku meminta ia menungguku?.
“Aku akan mengejarnya lagi. karna aku ingin membisikkan: Ran Aku mencintaimu”.


5 April 2017

Selasa, 03 April 2018

Radar, aku jatuh.
aku dan air mataku.
sejak tadi, dan dari tadi
terus membaca sebait puisi.
Terus ku ulang, karena tak ku temukan apa?

Orang-orang ini terus meneriakan perjuangan
atau berdebatkan tentang kebenaran.
padahal kami hanya anak-anak manusia.
Ini tidak sepenuhnya membosankan
karena di sini masih kutemukan banyak tawa.
pertahankan, ambisiku, massaku, kewajiban, perjuangkan, dan kata-kata lain yang dapat menggetarkan.
tentu saja bahasa kasar dan umpatan tak kupedulikan.

Hanya ini kupunya.
Status sebagai teman lama.
Hanya saja semua kata rindu mereka ucapkan.
Entah mengapa terdengar bohong di telingaku?
Masih belum ku temukan yang benar-benar tulus,
Atau akulah yang harus jujur?
agar aku lah orang yang tulus itu?

Pertek, 29 Maret 2018

Senin, 02 April 2018

Semalam itu begitu manis
karena kusadari begitu baik hatinya
kedewasaannya membangunkan jiwaku.
Entah kenapa aku begitu rindu padanya
Terpisah hanya karena aku membuka mata.
Alangkah bodohnya tak ku tanyai namanya
agar bisa ku sebut dia dan tertawa.
kusangat berharap bisa bertemu lagi malam nanti
biarkan skenarionya berbeda
asalkan dia tetap baik hatinya.

FT_UH, 20 Maret 2018

Rabu, 28 Maret 2018

Kisah Tentang Jendela
Ini tentang Jendela. Sejak tadi tidak berhenti menatap langit-langit.
Aku hanya saja ingin melihat orang berjalan tidak sedang memabawa handponenya, atau apapun itu yang membuat ia lupa.
Seperti dua orang gadis itu berjalan di bibir pantai saling membagi sebuah bulatan bakso atau anak-anak yang tersedak menelan air karena terhantam ombak.
aku di sini masih terpaku. Melihat tong sampah yang masih kosong. Sedangkan isinya ada di mana-mana. Hahaha... berserakan, mungkin mereka lupa caranya.

Ada banyak angin di sini. Dan jika mereka berhenti, entah aku menyukainya atau malah membencinya.
"jika aku menyukainya ia bernama kesunyian.
jika aku membencinya ia bernama kesepian.
dan sekarang aku masih mendapatkan jendela itu bahagia karena masih melihat sekonyong-konyongnya ombak berlari menghempaskan.
Dan biarkan aku melihatmu bingung,
karna tulisan ini masih merindukan matamu
bukankah seharusnya kita tidak sedang memikirkan apa-apa?

Pantai Tanjung Bayang, 28 Februari 2018

Sabtu, 03 Juni 2017


Marlin

Sayup-sayup burung camar terbang di atas kami. Ingin rasanya bertanya apakah kau mendapat ikan hari ini? atau apakah masih ada ikan yang kau lihat sedang berkumpul di suatu tempat?
Aku ingin melaut hari ini. Di depanku langkah lelaki tua dengan baju beraroma persis silir laut, topi coklat kebanggaanya, Mungkin itu juga hijau hanya karena sering terpapar matahari di lautan. Entah bagaimana nasib rambut dan kulit kepalanya jika tak tergantikan dengan pudarnya topi itu. karna rambutnya masih hitam di sana. hanya jumlahnya yang kian sedikit, kulitnya yang seperti sisik dibagian lengannya, mungkin kanker kulit ringan.
"Ayah aku ingin menangkap ikan marlin hari ini, akankah itu Ayah?". "kuat dirimu nak, bulatkan tekatmu, percaya apa yang kau yakini itu benar, kau harus penuhi dirimu dengan karakter dan instingmu, jangan tergesah-gesah, kamu harus sabar, carilah petunjuk, jangan biarkan luasnya laut membuatmu serakah, kita hanya membawa perahu kecil bukan?, teruslah berhati-hati. akankah kamu nak?,  "Tentu Ayah.. "kenapa harus Marlin Anakku?" . "Sebab itu ikan yang indah ayah,"

Minggu, 19 Maret 2017

Di jaman skarang ini ada banyak kata-kata atau istilah yang baru radar dengar dan tahu. sebenarnya kata-kata ini sudah cukup lama digunakan cuma akhir-akhir ini mulai terasa efeknya nyampe di perasaan radar. radar  rasa kata-kata ini ini cukup dipaksakan penggunaannya oleh beberapa oknum dan situasinya tidak tepat. Oke sekarang saya coba sebutkan satu-satu.
1. Baper (Bawa Perasaan)
Kata paling memuakkan jika teman-teman mencap radar dengan kata ini. maksudnya, kita memang gak harus berperasaan gitu? misalnya contoh kasusnya sebagai berikut.
Si X        : Woooy bantuin cat spanduk dong (sambil ngecat)
radar      : Oke bro, (memegang kuas dan mengambil tempat untuk ngecat)
"selang beberapa waktu kemudian"
Si X        : (numpahin cat di celana radar)
radar      : Astagfirullah, ini baru gua cuci, mana celana jins lagi.
Si X        : Janganki Baper bro, bukanji cat permanen itu nah
radar      : (diam-diam gambar jari tengah di spanduk)

2. Bureng (Buru Ranking)
Sungguh kata ini sering dipaksakan penggunaannya. kata ini dapat menghilangkan mental seorang pekerja keras atau apalah itu, walaupun sebenarnya dia tidak berambisi amat. contoh kasus berikut.
Si X  : Lagi ngapain?
radar : Lagi kerja tugas nih
Si X    : Rajin Amat, Dasar anak Bureng lu,
radar : (menatap tembok, menutup laptop, dan menaruhnya kembali ke tas)
Si X         : Janganki Baper ( kemudian pergi sambil tertawa)
radar : Padahal buru-buru kerja karna jangan sampe tidak ada waktuku kerjakan lagi ini tugas (sambil guling-guling di lante)

3. Sotta ( Sok Tahu)
Kata ini paling menyakitkan jika terdengar dari orang yang menjudge tanpa alasan atau dengan perlawanan opini yang masuk akal. misalnya di beberapa situasi berikut.
radar    : (sambil nyetir membonceng Si X)
Si X       : temanin gua dulu narik uang dong, di ATM BRY
radar    : boleh
Si X       : Kita nariknya di ATM depan saja nah, itu tu yang ATM BRY baru
radar    : Uangnya belum ada, belum di isiin ama pegawainya.
Si X       : Tau dari mana lo?
radar     : Itu mesinya baru dipasang hari kamis siang, dan gua coba narik jumat sore tapi uangnya gak ada. Cuma bisa cek saldo doang, dan  Sabtu minggu uangnya belum diisi, karna pegawainya libur kan, dan sekarang ini senin pagi.
Si X        : Yah analisis lagi. Sotta lu. Ayok ke sana dulu, dari pada ke ATM yang di sana, dekatan yang itu kan, lebih baik cobain dulu.
radar    : (menarik nafas, dan memutar motor ke ATM yang dimaksud Si X)
"Si X masuk, radar nungguin di luar sambil duduk di atas motor"
Si X        : (keluar dari ATM  sambil nyengir) Uangnya gak ada, hehehe
radar    : dan 10 menit waktu gua nda bisa ku dapat kembali ( setengah berbisik)
Si X        : Wo oke, skarang kita ke ATM di sana saja. (mengambil posisi di atas sadel motor)
radar    : (nyekek Si X sampe pingsan)