Sabtu, 24 November 2018

Radar, tidakkah engkau tahu rasa gelisa hati ini, pikiranku terlalu rumit dan kompleks tapi aku hanya bisa mengungkapkannya dengan sederhana, bahkan tidak bisa dikatakan aku telah menuliskannya. Pada setiap titik tinta di ujung pena ini hanya ada torehan kata-kata tak berjiwa. Bahkan berenggan makna. Aku sedang memikirkan caramu menyusun kata-kata di kepalamu waktu itu, kau duduk dengan sweater abu-abu dan kupluk merah maron di kepala, apakah itu telah kau pikirkan di waktu sebelum kita bersama sambil menggenggam coklat panas dikala hujan dini hari. Di kaki puncak Gunung Rinjani kau mengungkapkannya padaku saat kita membicarakan hal ringan. Bukankah waktu itu kau sedang membahas bunga Edellweis yang wanginya melambangkan cinta, ketulusan, dan keabadian. Ia tinggal di kesejukan yang tinggi dan berdiam cantik di goyang-goyangkan angin lembah. Kutahu kau tersenyum puas saat berada di pos terakhir Plawangan Sembalun walaupun kau menutup bibirmu dengan kedua tanganmu. Aku sedang dilanda perasaan eros yang luar biasa.

14 Juni 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar