Sabtu, 24 November 2018


Gadis itu berlari lagi setelah berbalik kebelakang. Ia memang suka berlari. Rasanya seperti membangkitkan semangat katanya.
“Ran!!!”, sahut lelaki di belakangnya. Ben salalu heran dengan sikap yang selalu terlihat dari Ran. Ia unik, bgitu katanya.
“Kenapa Ben?”, dengan mata yang menyala bening dan alisnya yang sedikit dinaikan. “Tunggu aku”, jawab Ben.
“Kau terlalu lambat ben.”
Bagaimana kalau kubilang kau yang terlalu cepat, lagian kamu sedang buru-buru?
‘Nda juga’ hanya saja aku senang melakukanya.
“Ya memang seperti itulah kau” sahut Ben dalam hati.
“Mungkin aku tidak akan mampu mengejarmu untuk sekarang ataupun nanti. Satu-satunya yang kutakutkan adalah bahwa aku lupa kalau aku sedang mengejarmu hingga aku cemas di tengah jalan mencari tujuanku. Aaah!! Ran sudah tak terlihat di depanku.”
“Akankah dia akan menungguku di depan sana?, atau ia tidak tahu kalau aku mengejarnya?. Kenapa aku tidak teriak saja?, masa iya aku meminta ia menungguku?.
“Aku akan mengejarnya lagi. karna aku ingin membisikkan: Ran Aku mencintaimu”.


5 April 2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar