Gadis itu berlari lagi setelah
berbalik kebelakang. Ia memang suka berlari. Rasanya seperti membangkitkan
semangat katanya.
“Ran!!!”, sahut lelaki di
belakangnya. Ben salalu heran dengan sikap yang selalu terlihat dari Ran. Ia
unik, bgitu katanya.
“Kenapa Ben?”, dengan mata yang
menyala bening dan alisnya yang sedikit dinaikan. “Tunggu aku”, jawab Ben.
“Kau terlalu lambat ben.”
Bagaimana kalau kubilang kau
yang terlalu cepat, lagian kamu sedang buru-buru?
‘Nda juga’ hanya saja aku senang
melakukanya.
“Ya memang seperti itulah kau”
sahut Ben dalam hati.
“Mungkin aku tidak akan mampu
mengejarmu untuk sekarang ataupun nanti. Satu-satunya yang kutakutkan adalah
bahwa aku lupa kalau aku sedang mengejarmu hingga aku cemas di tengah jalan
mencari tujuanku. Aaah!! Ran sudah tak terlihat di depanku.”
“Akankah dia akan menungguku di
depan sana?, atau ia tidak tahu kalau aku mengejarnya?. Kenapa aku tidak teriak
saja?, masa iya aku meminta ia menungguku?.
“Aku akan mengejarnya lagi. karna
aku ingin membisikkan: Ran Aku mencintaimu”.
5 April 2017

Tidak ada komentar:
Posting Komentar