Radar, aku jatuh.
aku dan air mataku.
sejak tadi, dan dari tadi
terus membaca sebait puisi.
Terus ku ulang, karena tak ku temukan apa?
Orang-orang ini terus meneriakan perjuangan
atau berdebatkan tentang kebenaran.
padahal kami hanya anak-anak manusia.
Ini tidak sepenuhnya membosankan
karena di sini masih kutemukan banyak tawa.
pertahankan, ambisiku, massaku, kewajiban, perjuangkan, dan kata-kata lain yang dapat menggetarkan.
tentu saja bahasa kasar dan umpatan tak kupedulikan.
Hanya ini kupunya.
Status sebagai teman lama.
Hanya saja semua kata rindu mereka ucapkan.
Entah mengapa terdengar bohong di telingaku?
Masih belum ku temukan yang benar-benar tulus,
Atau akulah yang harus jujur?
agar aku lah orang yang tulus itu?
Pertek, 29 Maret 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar