Kisah Tentang Jendela
Ini tentang Jendela. Sejak tadi tidak berhenti menatap langit-langit.
Aku hanya saja ingin melihat orang berjalan tidak sedang memabawa handponenya, atau apapun itu yang membuat ia lupa.
Seperti dua orang gadis itu berjalan di bibir pantai saling membagi sebuah bulatan bakso atau anak-anak yang tersedak menelan air karena terhantam ombak.
aku di sini masih terpaku. Melihat tong sampah yang masih kosong. Sedangkan isinya ada di mana-mana. Hahaha... berserakan, mungkin mereka lupa caranya.
Ada banyak angin di sini. Dan jika mereka berhenti, entah aku menyukainya atau malah membencinya.
"jika aku menyukainya ia bernama kesunyian.
jika aku membencinya ia bernama kesepian.
dan sekarang aku masih mendapatkan jendela itu bahagia karena masih melihat sekonyong-konyongnya ombak berlari menghempaskan.
Dan biarkan aku melihatmu bingung,
karna tulisan ini masih merindukan matamu
bukankah seharusnya kita tidak sedang memikirkan apa-apa?
Pantai Tanjung Bayang, 28 Februari 2018
