Marlin
Sayup-sayup burung camar terbang di atas kami. Ingin rasanya bertanya apakah kau mendapat ikan hari ini? atau apakah masih ada ikan yang kau lihat sedang berkumpul di suatu tempat?Aku ingin melaut hari ini. Di depanku langkah lelaki tua dengan baju beraroma persis silir laut, topi coklat kebanggaanya, Mungkin itu juga hijau hanya karena sering terpapar matahari di lautan. Entah bagaimana nasib rambut dan kulit kepalanya jika tak tergantikan dengan pudarnya topi itu. karna rambutnya masih hitam di sana. hanya jumlahnya yang kian sedikit, kulitnya yang seperti sisik dibagian lengannya, mungkin kanker kulit ringan.
"Ayah aku ingin menangkap ikan marlin hari ini, akankah itu Ayah?". "kuat dirimu nak, bulatkan tekatmu, percaya apa yang kau yakini itu benar, kau harus penuhi dirimu dengan karakter dan instingmu, jangan tergesah-gesah, kamu harus sabar, carilah petunjuk, jangan biarkan luasnya laut membuatmu serakah, kita hanya membawa perahu kecil bukan?, teruslah berhati-hati. akankah kamu nak?, "Tentu Ayah.. "kenapa harus Marlin Anakku?" . "Sebab itu ikan yang indah ayah,"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar