Minggu, 19 Maret 2017

Jika anda sedang membaca tulisan ini, maka pertama-tama saya akan mengajuka pertanyaan. "Seperti apakah karaktermu?" tidak usah terburu dijawab karna kebanyakan orang juga bingung mau jawab apa. 
pernahkah kalian membayangkan untuk sejenak keluar dari jasmani ini dan melihat diri kita sendiri dari sudut orang lain memandang. Tidak usah jauh-jauh, pakai dari sudut temanmu mungkin. Ingatlah kata-kata yang pernah kita ucapkan kedia, mulai dari nadanya, logatnya, ingat juga bagaimana cara kita menatapnya, dan cara kita berperilaku padanya. Tanyakan pada diri anda, apakah karakter kita bisa disebut sebagai orang-orang slalu diinginkan keberadaannya.

Jumat, 17 Maret 2017

Manusia itu cenderung membentuk kelompoknya. Saling berkumpul dan saling membagi informasi. Katanya sih dalam hal ini, manusia dibagi menjadi dua tipe. ada yang energinya bisa didapatkan dari orang lain saat berkumpul dan ada pula energinya baru bisa bertambah jika lepas sudah dengan orang lain. Maksudnya ia sedang sendiri. Atau mungkin saja mereka dapat berubah-ubah di antara kedua tipe itu.
Kalo menurutku sih tipe yang pertama itu lebih sehat dari sudut pandang emosi, tapi untuk tipe yang kedua bisa jadi dia akan lebih memahami dirinya dan akan sangat keren jika ia mau meningkatkan jiwa spiritualnya. Soalnya untuk tipe yang kedua akan jarang terintervensi tentang jalan atau cara ia berpikir untuk mencari kebenaran. Meskipun cara ini lambat, tapi setidaknya kebenaran yang mereka dapatkan lebih filosofis. 
Untuk tipe yang pertama, saya yakin adalah orang-orang yang menjalani harinya dengan bahagia, sebab akan sangat mudah tertawa, meskipun tertawa sendiri itu sudah wajar dijaman sekarang, berkat smartphone tentunya. Mereka lebih responsif tentang masalah apa yang ada di antara sahabat karibnya. Hanya saja hal ini lebih rentan berprasangka dan membentuk pengkotak-kotakan. Satu anggota kelompok membenci, maka bisa jadi sekumpulannya juga demikian. Sebenarnya ini tergantung pada personalnya masing-masing lah.
Akan cerdas jika kita memang berkegiatan selagi masih muda untuk mengupgrade skill masing-masing. Dengan cara apa atau sama siapa yang penting Happy. Senang di sini bukan berarti orang yang selalu tersenyum di setiap langkahnya ya! hehehe. Senangnya seseorang bisa dilihat dari auranya kok, dirasakan maksudnya. So, "Cerdaslah" bukan "jadilah cerdas". Jangan sisipkan kata-kata berbau penundaan di setiap niat baikmu.

Rabu, 15 Maret 2017


Sekumpulan putih terus menggulung di antara hamparan biru yang luas, tampak gelisah menyusuri tiap jengkal ruangnya. kadang ia menghilang di tengah dan kemudian muncul lagi jika terkena hantaman. Ia Berlari seakan membawa pesan kesunyian atau malah badai yang tengah terjadi di tengah samudra. Pesan yang selalu menggetarkan hatiku dikala radar terbangun  di tengah malam.
Menyerbu ia membasuh kakiku, kadang ia menggelitik lucu. atau malah murka manampar pasir. dalam desahan lembutnya ia berbisik pelan menjengkali calah telingaku. dalam diamku ia mulai berkata:" Awal dari sebuah pemikiran ialah kelahiran. keberadaan kita menimbulkan aksi yang abstrak. Kujujuran dan keikhlasan menjadi batas rasa jatuh karena saking bebasnya abstrak itu. Kita semua tahu akan keberadaan kita sendiri hanya seumpama meteorid di luar angkasa. Menunggu dorongan atau ledakan untuk membuat kita berubah, Namun dari itu semua keajaiban seringkali muncul dan menyentuh kita, hanya saja kita seakan mati rasa. Mati bukan hanya sekedar mati yang meninggalkan bekasnya, tapi mati yang dapat memberikan hidup baru pada diri orang lain.
Pernahkah radar berpikir kesenangan fana ini seakan-akan mangambil ahli atas kehendakmu sendiri, sehingga mengacuhkan beberapa hal yang kau sebut itu kebenaran. Membuat dirimu tertidur lelap dangan menyisipkan rasa kesedihan telah meninggalkan kesempatan? Ketuk, ketuk, Ketuk sekali lagi. Dirimu yang di sana masih bisa melihatmu dengan kosong. hanya butuh sepercik api untuk menyalakan lagi semangatnya yang gelap. Akalnya pudar, jiwanya kosong, serta keyakinannya yang rapuh.
Coba pertanyakan lagi, apa yang membuatmu yakin kalau dirimu di atas yang benar? apa karna kamu takut? apa karna kau kosong? apa karna kamu melihat orang-orang juga demikian?. Di dalam laut ada air. kamu bisa basah di dalamnya. Airnya memelukmu begitu erat. hingga ia penuh di hadapanmu, apakah kau mau saja hanyut di dalamnya?"


Oleh: radaryan
15 Maret 2017



Selasa, 14 Maret 2017

Tak banyak yang harus dikatakan dikalau kegembiraan menyapa. aku selalu bingung pada tiap orang yang selalu ingin dimengerti orang lain, entah memang ini sebuah tuntutan psikologi atau memang jiwa radar telah menyimpang. sekarang coba jawab siapa pemilik hati ini yang sering berbolak-balik. memang hanya Dia-lah pemiliknya. dan sekarang engkau membokarnya dan bahkan bersikap sok tahu tentang masalahmu sendiri.
Terlalu banyak, terlalu banyak orang yang akan tahu dirimu itu seperti apa. bukankah manusia punya ruang utuk dirinya sendiri. jika memang benar dimikian maka jelas engkau hanya bisa menjadi mulut dan telinga, bukan hati dan otak dengan uniknya ia bertindak. apakah memang rasa senang dan sedih itu bisa dibagi, jika memang demikian apakah itu berkurang atau malah justru sebaliknya. kalau memang benar apalah artinya senyuman atau iba dari ratusan orang buatmu, jika memang beban itu hanya sebongkah batu  kecil ditanganmu yang hanya perlu dorongan kuat dari dirimu saja untuk mengatasinya. apakah engkau kenal dirimu itu siapa. baik jika demikian akan ku tanyakan padamu "engkau siapa?". engkau bukan hanya nama, engkau bukan hanya seonggok daging dan tulang.
lalu siapakah kamu? jangan sok tahu tentang dirimu yang luar biasa itu.