Manusia itu cenderung membentuk kelompoknya. Saling berkumpul dan saling membagi informasi. Katanya sih dalam hal ini, manusia dibagi menjadi dua tipe. ada yang energinya bisa didapatkan dari orang lain saat berkumpul dan ada pula energinya baru bisa bertambah jika lepas sudah dengan orang lain. Maksudnya ia sedang sendiri. Atau mungkin saja mereka dapat berubah-ubah di antara kedua tipe itu.
Kalo menurutku sih tipe yang pertama itu lebih sehat dari sudut pandang emosi, tapi untuk tipe yang kedua bisa jadi dia akan lebih memahami dirinya dan akan sangat keren jika ia mau meningkatkan jiwa spiritualnya. Soalnya untuk tipe yang kedua akan jarang terintervensi tentang jalan atau cara ia berpikir untuk mencari kebenaran. Meskipun cara ini lambat, tapi setidaknya kebenaran yang mereka dapatkan lebih filosofis.
Untuk tipe yang pertama, saya yakin adalah orang-orang yang menjalani harinya dengan bahagia, sebab akan sangat mudah tertawa, meskipun tertawa sendiri itu sudah wajar dijaman sekarang, berkat smartphone tentunya. Mereka lebih responsif tentang masalah apa yang ada di antara sahabat karibnya. Hanya saja hal ini lebih rentan berprasangka dan membentuk pengkotak-kotakan. Satu anggota kelompok membenci, maka bisa jadi sekumpulannya juga demikian. Sebenarnya ini tergantung pada personalnya masing-masing lah.
Akan cerdas jika kita memang berkegiatan selagi masih muda untuk mengupgrade skill masing-masing. Dengan cara apa atau sama siapa yang penting Happy. Senang di sini bukan berarti orang yang selalu tersenyum di setiap langkahnya ya! hehehe. Senangnya seseorang bisa dilihat dari auranya kok, dirasakan maksudnya. So, "Cerdaslah" bukan "jadilah cerdas". Jangan sisipkan kata-kata berbau penundaan di setiap niat baikmu.